
BANDUNG - Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, terus berkomitmen untuk mendorong perlindungan dan pengembangan potensi daerah melalui program Indikasi Geografis (IG). Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif jajaran Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat dalam Rapat Program Kerja Indikasi Geografis Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hemawati BR Pandia, serta Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Ery Kurniawan, sebagai tindak lanjut atas arahan Kakanwil Asep Sutandar dalam memastikan program strategis pusat terimplementasi dengan baik di wilayah Jawa Barat.
Rapat yang dibuka oleh Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Fajar Sulaeman Taman, ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai arah kebijakan IG di tahun 2026. Dalam forum tersebut, ditekankan pentingnya peran Kantor Wilayah dalam melakukan konsolidasi data, kurasi, serta pendampingan intensif bagi pemilik potensi IG. Kakanwil Asep Sutandar melalui jajaran Divisi Pelayanan Hukum menyatakan kesiapannya untuk memfokuskan kinerja pada pemanfaatan ekonomi, penguatan branding, serta pengawasan pasca-pendaftaran guna memastikan kualitas produk tetap terjaga dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat lokal.
Terdapat tujuh poin utama yang menjadi fokus program Indikasi Geografis tahun 2026, di antaranya adalah pengembangan Geographical Indication Tourism, mendorong produk IG menembus pasar ekspor, hingga digitalisasi melalui marketplace. Selain itu, penguatan melalui forum bisnis khusus, katalog nasional, serta promosi internasional menjadi agenda krusial yang akan dikawal oleh Kemenkum Jabar. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kekayaan intelektual yang kuat, di mana produk-produk unggulan dari Jawa Barat tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di level global.
Salah satu terobosan menarik dalam program tahun ini adalah pemberian insentif bagi Kantor Wilayah untuk memproduksi video indikasi geografis unggulan yang dipaparkan oleh tim kerja Humas dan Koordinasi Pelayanan Publik. Program yang direncanakan berjalan hingga September 2026 ini bertujuan untuk mengenalkan keunikan produk daerah kepada masyarakat luas melalui media visual yang menarik. Dukungan penuh dari Kakanwil Asep Sutandar terhadap inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan reputasi produk-produk Indikasi Geografis asal Jawa Barat, sehingga semakin dikenal dan diminati oleh konsumen domestik maupun mancanegara.
