
BANDUNG - Dalam rangka mendampingi serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi pegawai di bulan suci Ramadhan 1447 H, Kanwil Kemenkum Jabar menyelenggarakan kegiatan rutin "Kanwil Jabar Mengaji". Hari Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di Masjid At-Taqwa Kanwil Kemenkum Jabar. Acara ini dihadiri oleh jajaran pegawai yang beragama Islam di lingkungan Kanwil Kemenkum Jabar, sebagai wujud komitmen instansi dalam menyeimbangkan produktivitas kerja dengan asupan spiritual.
Kakanwil Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, berpesan bahwa penguatan spiritual di bulan Ramadhan merupakan fondasi penting untuk membentuk karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas dan amanah. Menurutnya, puasa tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan etos kerja, melainkan harus menjadi momentum untuk meningkatkan keikhlasan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kehadiran program "Kanwil Jabar Mengaji" ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kejujuran dan disiplin yang bermuara pada peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan.
Pada kesempatan kali ini, Kanwil Jabar Mengaji menghadirkan Ustaz Sofyan Yahya sebagai pemateri utama yang membawakan kajian mendalam mengenai tafsir Surat Al-Fatihah secara ayat per ayat. Ustaz Sofyan menjelaskan bahwa Al-Fatihah atau Ummul Quran (Induk Al-Quran) bukan sekadar bacaan rukun dalam salat, melainkan intisari dari seluruh ajaran Islam yang mencakup prinsip ketauhidan, ibadah, dan jalan hidup manusia.

Beliau membedah mulai dari ayat pertama yang menanamkan kesadaran akan kasih sayang Allah (Ar-Rahman dan Ar-Rahim), hingga pengakuan bahwa Allah adalah Pemilik hari pembalasan (Maliki yaumid-din) yang mengingatkan setiap pegawai akan pertanggungjawaban atas setiap amal dan pekerjaan mereka di akhirat kelak. Lebih lanjut, juga dikupas "Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in" (Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan).
Ayat ini ditekankan sebagai pijakan bagi setiap pegawai Kemenkum Jabar agar senantiasa menyandarkan segala urusan, tantangan pekerjaan, dan niat pengabdian hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kajian ditutup dengan tafsir ayat memohon petunjuk jalan yang lurus (Ihdinas-siratal-mustaqim), yakni jalan orang-orang yang diberi nikmat dan bukan jalan mereka yang sesat. Melalui pemahaman tafsir yang komprehensif ini, seluruh jajaran Kemenkum Jabar diharapkan dapat mengamalkan esensi Al-Fatihah dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan tugas-tugas birokrasi, sehingga tercipta lingkungan kerja yang religius, bersih, dan berwibawa.

(red/foto: Toh)
