
BANDUNG - Dalam rangka mendampingi pelaksanaan tugas dan fungsi pegawai selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat kembali menggelar kegiatan "Kanwil Jabar Mengaji". Kegiatan kerohanian yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan pada hari Selasa, 3 Maret 2026, bertempat di Masjid At-Taqwa Kanwil Kemenkum Jabar. Mengusung konsep pembinaan mental yang komprehensif, agenda ini dibagi menjadi dua sesi utama, yakni kajian pagi yang berfokus pada pendalaman ayat suci Al-Quran dan kajian siang selepas sholat Dzuhur berjamaah yang dikemas dalam bentuk Kuliah Tujuh Menit (Kultum).
Kakanwil Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program Kanwil Jabar Mengaji ini. Dalam arahannya, Asep Sutandar menekankan bahwa asupan spiritual di bulan Ramadhan sangat esensial untuk menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual para pegawai. Beliau berharap melalui kajian rutin ini, seluruh jajaran Kemenkum Jabar tidak hanya mendapatkan keberkahan dan pahala puasa yang maksimal, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan tersebut ke dalam peningkatan integritas, kedisiplinan, serta kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Pada sesi pertama di pagi hari, kajian diisi oleh Ust. Sofyan Yahya, Founder Indonesia Learning Qur'an, yang membedah tafsir Surat Al Baqarah ayat 3 hingga 5. Dalam pemaparannya, beliau merujuk pada tafsir Ibnu Katsir dan Jalalain yang menjelaskan tentang karakteristik fundamental orang-orang yang bertakwa (Muttaqin). Ayat 3 menyoroti pentingnya keimanan kepada hal yang gaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki. Kemudian dilanjutkan dengan ayat 4 yang menegaskan keimanan pada Al-Quran serta kitab-kitab suci sebelumnya, dan keyakinan mutlak akan adanya hari akhirat. Ust. Sofyan Yahya menutup kajian pagi dengan penegasan dari ayat 5, bahwa mereka yang memegang teguh sifat-sifat tersebut adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan merupakan golongan yang beruntung, baik di dunia maupun di akhirat.

Memasuki sesi siang atau Ba'da Dzuhur, suasana religius tetap terjaga melalui Kultum yang disampaikan oleh Ust. Ahmad Sujai. Beliau membawakan materi yang sangat relevan dengan momen Ramadhan, yaitu keutamaan doa Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu 'anna (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku). Ust. Ahmad Sujai menjelaskan berdasarkan hadits shahih riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad, doa ini secara khusus diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a. ketika ia bertanya tentang amalan terbaik jika bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. Pemateri menekankan bahwa esensi dari doa ini adalah pengakuan atas kelemahan diri dan permohonan ampunan yang paripurna dari Allah SWT, karena keselamatan dari dosa jauh lebih berharga daripada kenikmatan duniawi semata.

(red/foto: Toh/Faisal)
