
BANDUNG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat terus berkomitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas melalui penguatan ekosistem Kekayaan Intelektual. Menindaklanjuti arahan dan instruksi Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, jajaran Divisi Pelayanan Hukum mengikuti Seminar bertajuk “Membangun Merek untuk Start-Up dan UMKM dalam Meningkatkan Daya Saing Bisnis” secara virtual pada Rabu, 18 Februari 2026. Kehadiran Kemenkum Jabar dalam forum ini diwakili oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hemawati BR Pandia, yang didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Ery Kurniawan, beserta jajaran terkait sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perlindungan hukum aset para pelaku usaha di wilayah Jawa Barat.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 120 peserta dari berbagai kalangan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pelaku Start-Up dan UMKM mengenai pentingnya merek sebagai identitas usaha sekaligus aset ekonomi yang strategis. Dalam kesempatan tersebut, narasumber ahli seperti Fitriadi Pramono dari Direktorat Merek dan Indikasi Geografis memaparkan aspek teknis pendaftaran merek secara elektronik guna menghindari sengketa hukum di masa depan. Tak hanya itu, perwakilan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Immanuel Rano H. Rohi, serta tenaga ahli dari Japan International Cooperation Agency (JICA), INOUE Kazutoshi, turut memberikan perspektif mengenai pentingnya sinergi pemerintah dan adopsi praktik terbaik dari Jepang dalam mengelola Kekayaan Intelektual sejak tahap awal pendirian usaha.
Melalui seminar interaktif ini, Kemenkum Jabar berharap para pelaku usaha semakin sadar akan risiko tidak mendaftarkan merek, yang meliputi potensi kehilangan hak penggunaan hingga kerugian nilai ekonomi. Dengan adanya edukasi mengenai prosedur pendaftaran dan dukungan fasilitasi pemerintah, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM di Jawa Barat yang segera melegalkan merek mereka sebagai tameng perlindungan hukum dan alat penambah daya saing di pasar nasional maupun internasional. Antusiasme tinggi yang ditunjukkan para peserta menjadi sinyal positif bagi penguatan komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mewujudkan ekosistem Kekayaan Intelektual yang berkelanjutan.
