





BANDUNG - Jajaran Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat melakukan pertemuan strategis guna membahas percepatan target kinerja serta penguatan kolaborasi antarinstansi. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Cabang BRI Asia Afrika, Bapak Affandi Ahmad Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Archie, bersama Manajer BRI Asia Afrika Ibu Fetty, serta perwakilan tim yakni Ibu Nurul dan Ibu Novia. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mendiskusikan berbagai tantangan administratif dan operasional, termasuk penyesuaian beban kerja pegawai di tengah masa transisi organisasi menuju Januari 2025. Fokus utama pembahasan mencakup langkah-langkah konkret dalam menjaga produktivitas kerja meski dihadapkan pada dinamika penajaman target yang semakin intensif dari pusat.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, melalui arahan strategisnya senantiasa menekankan pentingnya responsivitas terhadap setiap atensi pimpinan pusat. Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa Kemenkum Jabar terus berkomitmen melaksanakan program prioritas nasional, mulai dari perlindungan Indikasi Geografis hingga percepatan harmonisasi peraturan daerah baik di tingkat Pemerintah Daerah maupun dalam menyongsong Pilkada. Dukungan perbankan seperti BRI diharapkan mampu menjadi mitra yang memperkuat ekosistem kerja, terutama dalam menghadapi tantangan logistik dan pembiayaan operasional yang efisien guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa hambatan berarti.
Selain aspek manajerial, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya dokumentasi dan pelaporan harian yang akuntabel. Program pendampingan di desa-desa yang melibatkan tenaga profesional terus dimonitor secara ketat melalui jurnal mingguan yang terintegrasi langsung ke pusat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan mitigasi dan konsultasi sosial di Jawa Barat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kemenkum Jabar menyadari bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama untuk memenuhi ekspektasi pimpinan, sehingga sinkronisasi antara peningkatan target kinerja dengan dukungan fasilitas di lapangan harus terus dijaga demi menjaga nama baik institusi di tingkat nasional.
