
BANDUNG - Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat melakukan langkah strategis dalam memperkuat perlindungan karya ilmiah dan inovasi di lingkungan pendidikan tinggi melalui audiensi dengan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Kegiatan yang berlangsung di kampus UNIKOM ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, yang berkomitmen penuh mendukung penguatan literasi hukum serta pemanfaatan Kekayaan Intelektual (KI) di seluruh wilayah Jawa Barat. Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hemawati BR Pandia, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Ery Kurniawan, yang secara langsung berdiskusi dengan Rektor UNIKOM, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., mengenai penjajakan kerja sama kolektif dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Jawa Barat (30/01).

Dalam pertemuan tersebut, Hemawati BR Pandia menekankan bahwa PTS memiliki peran krusial sebagai lumbung karya intelektual, mulai dari hasil riset, invensi, hingga desain industri. Kehadiran Kemenkum Jabar bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi para sivitas akademika agar karya yang mereka hasilkan tidak hanya terlindungi secara legal, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang optimal. Dukungan penuh dari Kemenkum Jabar ini disambut baik oleh pihak UNIKOM yang mengapresiasi inisiatif proaktif dalam menjemput bola demi kepentingan perlindungan hak cipta dan paten di lingkup kampus.

Rektor UNIKOM, Prof. Eddy Soeryanto Soegoto, menyatakan kesiapannya untuk mendorong perluasan kerja sama ini secara kolektif di tingkat provinsi. Sebagai langkah konkret, direncanakan prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kemenkum Jabar dengan berbagai PTS yang akan dilaksanakan pada 11 Februari 2026 mendatang, bertepatan dengan agenda pelantikan organisasi perguruan tinggi swasta. Melalui sinergi ini, diharapkan seluruh hasil riset dan kreativitas mahasiswa maupun dosen di Jawa Barat dapat terdata dan terlindungi secara resmi di bawah naungan Kemenkum Jabar, sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi di kancah nasional maupun internasional


