




Senin (02/02/26)-Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat secara resmi memulai langkah strategis di awal tahun 2026 dengan menyelenggarakan rapat perdana pembentukan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Sahardjo ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi pratama, pejabat manajerial, hingga tim koordinator yang dipersiapkan untuk mengawal agenda reformasi birokrasi sepanjang tahun berjalan. Pertemuan ini fokus pada seleksi tim kerja dan evaluasi capaian tahun sebelumnya, sebagai bentuk tindak lanjut berkelanjutan agar semangat pembangunan zona integritas tetap terjaga meski saat ini seluruh jajaran masih menantikan pengumuman resmi terkait predikat yang telah diperjuangkan pada tahun 2025.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, memberikan arahan langsung sekaligus dukungan penuh terhadap pembentukan struktur tim yang baru ini. Dalam arahannya, Asep Sutandar menekankan bahwa predikat WBBM bukan sekadar simbol atau penghargaan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam implementasi tugas sehari-hari oleh seluruh pegawai. Beliau menegaskan bahwa esensi dari reformasi birokrasi adalah perubahan perilaku dan kualitas pelayanan publik yang nyata. Kemenkum Jabar diharapkan tidak lagi hanya mengejar kelengkapan data dukung secara administratif, tetapi benar-benar menanamkan jiwa integritas dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tanpa harus terus didorong oleh verifikasi formal.
Sejalan dengan arahan Kepala Kantor Wilayah, jajaran Kemenkum Jabar juga membahas komposisi tim yang melibatkan Kepala Divisi P3H Ferry Gunawan C. sebagai wakil penanggung jawab guna memastikan setiap area perubahan terpantau dengan baik. Asep Sutandar juga mengaitkan pentingnya kedisiplinan dan integritas ini dengan kesiapan instansi dalam menghadapi berbagai audit, baik dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun audit kinerja internal. Melalui penguatan tim ini, Kemenkum Jabar berkomitmen untuk terus berinovasi dan menjaga konsistensi kerja, sehingga budaya kerja yang bersih dan melayani menjadi identitas yang melekat erat pada instansi, sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental pegawai melalui fasilitas olahraga yang telah disediakan untuk mempererat kebersamaan antarjajaran.
