
Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menyelenggarakan kegiatan Pra Penilaian Kompetensi Teknis bagi Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional Ahli Madya di lingkungan Kementerian Hukum (Kemenkum) secara daring pada Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana konfirmasi kehadiran peserta, pembacaan tata tertib, serta penjelasan teknis mengenai alur pelaksanaan penilaian kompetensi yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 Februari mendatang. Penilaian ini merupakan bagian krusial dari tahapan manajemen talenta yang fokus pada pemetaan level kompetensi teknis pegawai, mulai dari tingkat kesadaran (awareness) hingga tingkat ahli (expert), guna mengidentifikasi adanya gap kompetensi yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan program pengembangan SDM yang lebih spesifik.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, melalui perwakilan jajarannya yang hadir dalam sesi tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan uji kompetensi ini sebagai langkah strategis dalam mewujudkan birokrasi yang profesional. Jajaran Kanwil Kemenkum Jabar ditekankan untuk mengikuti seluruh rangkaian proses dengan sungguh-sungguh, mengingat hasil penilaian ini akan diunggah ke dalam sistem informasi kepegawaian (Simpeg) dan menjadi basis data bagi pengembangan karier pegawai. Pihak panitia menegaskan bahwa penilaian kompetensi teknis kali ini menggunakan metode wawancara dengan jumlah pertanyaan antara empat hingga enam soal, yang materinya telah disusun oleh masing-masing unit eselon satu sesuai dengan Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) yang berlaku.
Dalam sesi diskusi, ditekankan pula kewajiban bagi seluruh peserta, termasuk bagi mereka yang bertugas di wilayah Jawa Barat, untuk menjaga kerahasiaan materi wawancara dan mematuhi tata tertib seperti penggunaan pakaian dinas sesuai hari kerja serta memastikan koneksi internet yang stabil selama proses berlangsung. Melalui kegiatan pra-penilaian ini, diharapkan para pejabat di lingkungan Kemenkum Jabar dapat mempersiapkan diri secara optimal sehingga mampu menunjukkan performa kompetensi yang selaras dengan tuntutan jabatan yang diemban, demi tercapainya target kinerja organisasi yang lebih baik.
