
Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat melakukan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kekayaan intelektual (KI) dengan menggelar audiensi langsung ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di Jakarta pada Kamis, 16 April 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Kemenkum Jabar untuk menyelaraskan program kerja daerah dengan kebijakan nasional guna mendorong inovasi yang berdaya saing global. Dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, rombongan diterima oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, beserta jajaran pejabat tinggi pratama DJKI dan Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenkum Jabar Asep Sutandar memaparkan berbagai capaian krusial dan rencana inovatif yang tengah dijalankan di Jawa Barat. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem KI berbasis riset dengan target perluasan kerja sama mencapai 183 perguruan tinggi. Hingga April 2026, Kemenkum Jabar tercatat telah sukses melakukan pendampingan terhadap 100 permohonan hak cipta serta menginisiasi pembentukan 84 Sentra KI di berbagai kampus sebagai motor penggerak perlindungan karya intelektual. Selain menyasar akademisi, Asep Sutandar juga menyoroti penguatan ekonomi lokal melalui inventarisasi 22 potensi Indikasi Geografis dan pendampingan merek kolektif bagi pelaku usaha, yang diperkuat dengan usulan penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kekayaan Intelektual sebagai payung hukum di tingkat wilayah.

Guna menjawab tantangan era digital, Asep Sutandar memperkenalkan inovasi mutakhir bernama KI Smartdesk, sebuah layanan konsultasi berbasis kecerdasan buatan (AI) chatbot yang mampu melayani kebutuhan masyarakat secara cepat dan akurat selama 24 jam. Langkah transformasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Dirjen KI, Hermansyah Siregar. Ia menekankan bahwa integrasi layanan digital di daerah harus selaras dengan rencana besar pembangunan super apps Kementerian Hukum untuk mengoptimalkan pengaduan dan pelayanan publik secara terpadu. Dukungan ini diharapkan mampu mempercepat proses komersialisasi hasil riset menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Pertemuan tersebut juga menyepakati keterlibatan aktif Kemenkum Jabar dalam agenda nasional "Kemenkum Calls Out" yang akan digelar Mei mendatang. Forum bisnis ini akan fokus pada hilirisasi paten dan merek dengan mengangkat kisah sukses para inovator sebagai inspirasi bagi masyarakat luas. Sebagai tindak lanjut, Kemenkum Jabar di bawah arahan Asep Sutandar akan segera melakukan koordinasi teknis dengan pihak perguruan tinggi guna memastikan program prioritas KI di Jawa Barat berjalan maksimal, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.







