
Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara dengan menghadiri pembukaan kegiatan Rekonsiliasi dan Pemutakhiran Data Laporan Keuangan serta Barang Milik Negara (BMN) Tahun 2025 tingkat Satuan Kerja dan Kantor Wilayah. Bertempat di Nusantara Hall 1 Hotel Santika Premiere Ice BSD City, Tangerang, pada Senin, 26 Januari 2026, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi seluruh jajaran Kemenkum untuk memastikan validitas data sebelum dilaporkan secara nasional. Kehadiran Kemenkum Jabar dalam agenda ini merupakan bentuk dukungan langsung terhadap arahan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, yang senantiasa menekankan pentingnya akurasi data dukung dan kepatuhan terhadap regulasi keuangan demi mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kemenkum, serta dimeriahkan oleh penampilan tari tradisional sebagai pembuka. Dalam pelaksanaannya, Kepala Biro Keuangan Sekretariat Jenderal Kemenkum RI, Sri Yusfini Yusuf, memberikan sambutan pembuka yang diikuti dengan penganugerahan penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) terbaik Tahun Anggaran 2025 bagi satuan kerja berprestasi. Puncak acara ditandai dengan pembukaan secara simbolis oleh Inspektur Jenderal Kemenkum, Hendro Pandowo, didampingi oleh Kepala Biro Keuangan dan Kepala Biro BMN. Dalam arahannya, Inspektur Jenderal menekankan agar seluruh pengelola keuangan bekerja dengan teliti dan penuh integritas agar laporan yang dihasilkan mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Delegasi Kemenkum Jabar yang dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Archie Tigor Mangunsong, bersama Analis Pengelola Keuangan APBN Muda, secara aktif mengikuti setiap tahapan koordinasi yang melibatkan narasumber dari Kementerian Keuangan RI. Sesuai dengan instruksi Kakanwil Asep Sutandar, tim Kemenkum Jabar difokuskan untuk melengkapi seluruh data dukung rekonsiliasi dengan saksama. Hal ini sejalan dengan target organisasi untuk meminimalisir anomali data serta memastikan pemanfaatan BMN di wilayah Jawa Barat tercatat secara sistematis. Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antarunit kerja dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.
