
Bandung – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat terus melanjutkan Program Kanwil Mengaji yang telah memasuki hari ke-11 pada Kamis, 11 Maret 2025. Pada kesempatan ini, tema yang diangkat adalah Sejarah Islam dan Keteladanan Nabi, dengan mengulas isi buku 50 Komik Sufi. Kegiatan ini dihadiri oleh para pegawai Kanwil Kemenkum Jabar serta beberapa perwakilan dari instansi terkait. Ustadz Sofian Yahya hadir sebagai narasumber utama dalam kajian yang berlangsung penuh antusiasme ini.

Pembahasan kali ini menyoroti berbagai aspek penting dalam tasawuf dan kehidupan beragama. Beberapa topik yang dibahas di antaranya adalah makna ucapan Alhamdulillah, konsep Atas Nama Tuhan, serta Tiga Prinsip Laku Tasawuf yang menjadi pedoman bagi kaum sufi. Selain itu, peserta juga diajak untuk merenungkan tentang Manusia Paling Buruk, bahaya sikap Mengeluh yang Melalaikan, serta pentingnya peran Akal dalam menjalani kehidupan. Kajian ini semakin menarik dengan pembahasan tentang hubungan Orang Tua dan Anak dalam perspektif Islam.
Dalam pemaparannya, Ustadz Sofian Yahya menekankan bahwa tasawuf bukan sekadar ajaran spiritual, tetapi juga pedoman hidup yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa memahami prinsip-prinsip tasawuf dapat membantu seseorang untuk lebih bijak dalam menghadapi tantangan hidup. Selain itu, pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang tua dan mendidik anak dengan nilai-nilai keislaman menjadi salah satu pesan utama dalam kajian ini.
Program Kanwil Mengaji yang digelar secara rutin oleh Kemenkum Jabar ini bertujuabn untuk meningkatkan pemahaman keagamaan para pegawai serta membangun akhlak yang lebih baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Dengan adanya kajian seperti ini, diharapkan para peserta dapat mengambil hikmah dan menerapkannya dalam keseharian, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
