
Kabupaten Tasikmalaya — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat (Kanwil Kemenkum Jabar) melalui Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual (KI) melaksanakan kegiatan Koordinasi dan Inventarisasi Data Indikasi Geografis di wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang bertempat di Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya (Kamis,02/04/2026).
Kunjungan ini dilaksanakan oleh Kepala Bidang KI Ery Kurniawan beserta jajaran pegawai Bidang KI Kanwil Jabar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendorong perlindungan serta pengembangan potensi produk unggulan daerah melalui skema Indikasi Geografis (IG). Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Kanwil Kemenkum Jabar dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mengidentifikasi, memetakan, serta menginventarisasi potensi produk khas daerah yang memiliki karakteristik geografis dan nilai ekonomi yang khas.
Kedatangan Kabid Ery beserta jajaran Bidang KI Kanwil Jabar diterima langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Endang Syahrudin. Endang menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap koordinasi terkait indikasi geografis ini. Selain itu, Endang juga menyatakan akan menyampaikan secara langsung kepada Bupati Kabupaten Tasikmalaya guna memperoleh dukungan dan rekomendasi, serta menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendorong pengajuan pendaftaran Indikasi Geografis terhadap berbagai produk kerajinan unggulan yang dimiliki Kabupaten Tasikmalaya.
Berdasarkan hasil koordinasi dan inventarisasi bersama perangkat daerah terkait, diperoleh sejumlah potensi produk khas Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki keunikan serta ciri khas produk di Kabupaten Tasikmalaya antara lain seperti anyaman bambu, batik Sukapura, bedog/golok Sukapura, gula semut aren dan gula kelapa.
Dari hasil identifikasi tersebut, disepakati bahwa produk yang akan didorong pada tahap awal pengajuan pendaftaran Indikasi Geografis adalah Anyaman Bambu, mengingat produk ini telah memiliki reputasi, karakteristik khas, serta didukung oleh komunitas pengrajin yang telah berbadan hukum.
Sebagai tindak lanjut, tim Kanwil Kemenkum Jabar juga mengunjungi langsung sentra kerajinan anyaman bambu di Kabupaten Tasikmalaya untuk melihat secara langsung proses produksi, kualitas produk, serta keterkaitan antara karakteristik produk dengan faktor geografis setempat. Selain itu melalui kunjungan ini bisa dipastikan bahwa produk anyaman bambu tersebut memenuhi unsur-unsur yang dipersyaratkan sebagai potensi Indikasi Geografis.
Dalam kesempatannya tim Bidang KI Kanwil Jabar juga menyampaikan langkah-langkah strategis mereka ke depan, meliputi penguatan kelembagaan masyarakat pemohon, penyusunan dokumen deskripsi Indikasi Geografis, serta pentingnya pendampingan berkelanjutan guna memastikan kesiapan dalam proses pendaftaran.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Kanwil Kemenkum Jabar dalam mendorong percepatan pendaftaran Indikasi Geografis. Upaya ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta melestarikan kearifan lokal yang menjadi identitas khas daerah.
(Red/foto: Bidang KI)



